Kekhawatiran Revan

2075 Words

Taman belakang tempat Anggono dan Wike bersantai, berubah menjadi tempat paduan suara Yurika yang berteriak lantang mengeluarkan kekesalannya.   Teguran Kanaya karena kemarahannya pada Abigail, membuat dirinya seperti tidak punya harga diri. Sedangkan Aasfa, laki-laki i***t itu entah kemana, sedikit pun tidak berniat membantu kesulitannya.   "Kanaya sialan, mati saja kau setan! Dasar iblis betina kejam," umpat Yurika. "Aasfa i***t, meninggalkan aku sendirian di neraka ini dan dia bersenang-senang di luar sana."   Yurika tampak seperti orang bodoh, menghentakkan kaki dan sekali-kali berteriak penuh kekesalan seorang diri.   Anggono dan Wike hanya memperhatikan semua tingkah Yurika dari gazebo tempat mereka bersantai dengan tersenyum. Gadis itu ternyata tidak menyadari kehadiran k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD