JONGGRING SALOKA

213 Words
Berdiam diri di atap jawa Setelah lelah kaki melangkah Menikmati meronanya surya Merasakan belaian angin surga Memandang ke segala arah Beribu kaki datang dan pergi sesuka hati Mengabadikan diri di atas tanah tertinggi Bersenda gurau mengenang penat barusan lampau Ada turis jerman sedang asyik main drone Menjejak pasir hitam seperti film amazon Mungkin sedang membuat film dokumenter Berlatar tempat sepi dan angker Mendekati kawah di bawah satu meter Mengamati serius asap putih hiper Sambil bercengkerama dengan teman satu nusa Seperti menunggu sesuatu tiba Wus...! Kepulan asap putih membumbung di udara Dari tanah basah di bawah sana Naik menjulang tinggi ke angkasa Indahnya! Belum pernah melihat sebelumnya Serupa awan turun lalu naik ke atapnya Suara gemuruh menyambarnya Tiap kepala berlarian mengabadikan Termasuk diriku tak ketinggalan Berbagai pose bermunculan Dari yang sujud sampai terbang berlompatan Kesabaran akan selalu berbuah kepuasan Menunggu lima-belas menit dalam putaran Tuk mengulang momen kebersamaan Jonggring saloka penuh keindahan Ha... ha! Apa mau di kata Momen langka, tak setiap tempat ada Lagi pula, tak setiap saat bisa bertandang raga Kesibukan kerja benar-benar mengurung diri dalam kota Mahameru tak kan pernah membiarkan Tamunya pulang tanpa cinderamata fenomena alam Tanpa membawa lukisan mengesankan Terekam dalam potret jejak pendakian # Jinggring Saloka, Mahameru - 3676 mdpl Mt. Semeru (3676 mdpl) Lumajang, Jawa Timur, Indonesia
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD