Berdiam diri di atap jawa
Setelah lelah kaki melangkah
Menikmati meronanya surya
Merasakan belaian angin surga
Memandang ke segala arah
Beribu kaki datang dan pergi sesuka hati
Mengabadikan diri di atas tanah tertinggi
Bersenda gurau mengenang penat barusan lampau
Ada turis jerman sedang asyik main drone
Menjejak pasir hitam seperti film amazon
Mungkin sedang membuat film dokumenter
Berlatar tempat sepi dan angker
Mendekati kawah di bawah satu meter
Mengamati serius asap putih hiper
Sambil bercengkerama dengan teman satu nusa
Seperti menunggu sesuatu tiba
Wus...!
Kepulan asap putih membumbung di udara
Dari tanah basah di bawah sana
Naik menjulang tinggi ke angkasa
Indahnya!
Belum pernah melihat sebelumnya
Serupa awan turun lalu naik ke atapnya
Suara gemuruh menyambarnya
Tiap kepala berlarian mengabadikan
Termasuk diriku tak ketinggalan
Berbagai pose bermunculan
Dari yang sujud sampai terbang berlompatan
Kesabaran akan selalu berbuah kepuasan
Menunggu lima-belas menit dalam putaran
Tuk mengulang momen kebersamaan
Jonggring saloka penuh keindahan
Ha... ha! Apa mau di kata
Momen langka, tak setiap tempat ada
Lagi pula, tak setiap saat bisa bertandang raga
Kesibukan kerja benar-benar mengurung diri dalam kota
Mahameru tak kan pernah membiarkan
Tamunya pulang tanpa cinderamata fenomena alam
Tanpa membawa lukisan mengesankan
Terekam dalam potret jejak pendakian
#
Jinggring Saloka, Mahameru - 3676 mdpl
Mt. Semeru (3676 mdpl)
Lumajang, Jawa Timur, Indonesia