RINDU MAHAMERU

202 Words
Jadwal menanti dilengkapi Jalanan memanggil langkah kaki Ruang canda alam tak henti berpuisi Menanti raga tuk kembali, berlari Kuota terbeli, registrasi terlunasi Memorabili, mantapkan hati menapak kaki Wahai Sang Guru, Di atas pasir berdebu hamparan tanah berbatu Sambil menunggu di bangku summit semeru Memandangi edelweiss lelap tidur di meja kerjamu Di ruang tunggu kelasmu Magnesi dan belati jadi alat tulisku Melukis rumus panthera pardus bertadarus Di atas buku beralas perdu Tempatku mengais ilmu Menggores kapur melukis ranting kayu Duduk di kursi siku mendengar suara burung melagu Sambil memandangi portrait-mu Kutulis surat cinta untukmu, Di atas gelombang dinginnya ranu Kulukis bait-bait rindu, Di kelam pagi yang membeku Membayangkan wajahmu, didekatku Semesta berbisik lirih, ditelingaku Menggambar namamu, pada tanah semeru Menghempas tanjakan cinta, tanpa ragu Mata memejam, rintik embun berjatuhan Kaki menghempas bebatuan, menembus tanjakan Menggapai harapan, berharap takdir meng-iya-kan Atas tak gentarnya hati, membelah mitologi Sebuah nada tercipta sederhana Dalam birama bernotasi asmara Menggetarkan jala romantika senja Yang sudah terdiam begitu lama Aku belajar candu, dari canda tawamu Aku menuai sajak-sajak lagu Yang senantiasa menaungi senyummu Dalam keheningan waktu, ku bentangkan hatiku Antara jarak dan rindu, favoritku - cuma kamu Rindu kamu, rindu mahameru # Ruang imajinasi dan visi - 0 mdpl NRHK
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD