Siang terasa membakar kulit dengan sangat Kaki melangkah menyusuri laut rumput Angin sedikit ribut, menyulam terik yang menyengat Punggung gunung terus berjajar lurus Tak ada habisnya, Tak tahu batasnya, Cakrawala menghijau, Dedaunan mengigau Menyusuri setapak tanpa ragu, Mengikuti arah mata angin dengan kompas di saku Melewati batu demi batu, Tak terasa sepatu makin berdebu Terus berjalan, memakan jaman Di antara hati yang buta dibalut fatamorgana Suara mengadu dalam bisikan, Mengusap lembut kulit dalam belaian Sekian lama melewati kubangan ranting pepohonan Diterjang batang yang berdiri tegak di samping kanan Menetes peluh, badan mulai mengeluh Pundak terasa kaku, mulut masih diam membisu Tatapan fokus ke depan Meniti setiap jalanan dan tikungan Memperhatikan setiap
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


