BAB 12

974 Words
Entah kenapa dadaku berdebar-debar seperti ini. Mr. Sanders tampak gagah dengan kemeja warna biru tuanya. Dia mengenakan jam mahal  brand ternama dari Swiss. Kumisnya yang mulai memutih terlihat tebal. Perutnya buncit tapi tidak mengurangi kesan wibawanya yang tinggi. Mrs. Sanders tampak cantik. Lebih cantik dari Kelly. Rambutnya dicepol dengan anggun. Tubuhnya langsing. Dia persis seorang Ratu di sebuah kerajaan. Cantik dengan kesan keibuan yang hangat dan lembut. “Aku tahu kau akan kesepian di sini, Cind.” kata Mrs. Sanders seakan tahu keadaanku di rumah ini. Aku bingung mau berkomentar apa. Lalu aku memilih menjawab dengan sebuah senyuman. Mrs. Sanders dan suaminya bilang kalau mereka sudah tahu namaku dan asalku. Jadi, aku tidak perlu repot-repot menceritakan tentang diriku kepada mereka. “Oh ya, Olivia bilang kalau Anda ingin bertemu denganku, ada apa ya? Apa ada yang perlu saya bantu, Mrs. Sanders?” kataku polos. Sejenak Mr. Sanders dan Mrs. Sanders saling memandang dan tersenyum penuh arti satu sama lain. “Tidak ada apa-apa, sayang.” Mrs. Sanders mengatakan ‘sayang’ begitu lembut hingga aku merasa ada kehangatan Mam di dalam suaranya. “Lalu?” “Kami hanya ingin bertemu denganmu tanpa ada gangguan dari Kelly ataupun Davidson.” “Aku tidak mengerti.”                                                        “Kami ingin mengenalmu lebih dekat. Hanya itu. Aku dengar kau masih 18 tahun ya.” “Iya.” jawabku sekenanya. “Tapi guratan wajahmu itu tidak menunjukkan kau remaja yang manja dan nakal. Aku melihat pemikiran-pemikiran dewasa dari wajahmu, sayang.” Aku sangat suka dan merasa tersentuh ketika mendengar kata ‘sayang’ dari Mrs. Sanders. Entah bagaimana, aku rasa aku mulai menyukai pasangan suami-istri ini. “Tidak juga. Mungkin karena aku sering baca buku tentang filsafat sehingga aku terlihat seperti seorang pemikir.” “Keren. Remaja 18 tahun suka membaca buku filsafat.” Komentar Mr. Sanders. Aku tersenyum kikuk. “Tidak juga sih, tapi aku punya beberapa buku filsafat di rumah. Aku rasa Mr. Davidson jauh lebih keren, karena Mr. Davidson sukses dan berhasil membuat jaringan hotel tersesar di dunia. Mengatur dan memimpin sebuah perusahaan bisnis itu tidak mudah, tapi Anda membuat sesuatu yang begitu rumit menjadi sesuatu yang luar biasa dengan perusahaan yang menjadi trade market di dunia.” Pujiku jujur. Aku tidak tahu bagaimana pujian ini meluncur deras seakan aku paham akan persoalan bisnis. Mr. Sanders tertawa. “ Terima kasih, manis. Aku rasa Davidson harus memasukkanmu sebagai kepala bagian manajemen Strategik perusahaan.” Kali ini aku yang tertawa. “Aku masih 18 tahun, Mr. Sanders. Masih banyak hal yang perlu aku pelajari.” Aku tidak tahu sihir apa yang mereka miliki, tapi, aku merasakan kehangatan yang nyaman di dekat mereka. Aku kira para milyarder kebanyakan sombong dan angkuh karena meresa posisi mereka di atas angin, nyatanya tidak semua seperti itu. Seperti halnya, Dad dan pasangan suami istri Sanders. “Oh ya, putra kami—Noah, akan pulang dari London. Bagaimana kalau kalian bertemu dan berdiskusi tentang banyak hal. Dia pasti menyukai gadis sepertimu.” London?   Putra Sanders? Ya Tuhan, jangan-jangan pria itu, di Coffe Shop bersama model seksi wanita itu. “Cinderella,” suara Mrs. Sanders memecahkan bayanganku tentang pria yang kuduga sebagai putranya. Bukan terduga tapi memang pria itu putranya. “Ya, Mrs. Sanders.” Balasku sedikit kikuk. “Kau mau, kan? Ini mungkin bisa dikatakan semacam perkenalan... atau awal dari hubungan intim antara keluarga Davidson dan keluarga Sanders.” Ya ampun, aku bahkan tidak mengerti maksud dari perkataannya. Apakah mungkin apa yang Rey katakan tentang pangeran itu ada hubungannya dengan keluarga Sanders? “Bisakah Anda jelaskan secara spesifik maksud dari perkenalan dan awal hubungan intim keluarga Davidson dan keluarga Sanders?” Suami-istri itu saling memandang beberapa saat. “Begini Cinderella, sebenarnya bukan kapasitas kami untuk memberitahu hal ini. Tapi, kau memang harus tahu. Kami ingin kau tahu secepatnya, karena tujuan kami kesini adalah mengenalmu lebih dekat.” “Kau masih muda. Tapi, bukan berarti usia adalah masalah dalam sebuah pernikahan. Keluarga kami menjunjung tinggi nilai-nilai moralistik dan ikatana suci sebuah pernikahan.” “Tunggu, pernikahan?” aku bertanya dengan dahi mengernyit. Pernikahan... pernikahan... pernikahan apa? “Ya. Pernikahan kau dan putra kami.” Aku merasa tubuhku luruh bergitu saja. otakku membeku sesaat sebelum benar-benar tersadar akan kalimat yang meluncur dari bibir tebal Mr. Sanders. “Apa maksud Anda?” suasana yang hangat dan nyaman seketika berubah menjadi tegang dan kaku. “Sayang, sebelum ayahmu menemukanmu, kami sudah berencana untuk menjodohkanmu dengan Noah. Ini memang mengejutkan bagi gadis 18 tahun. Tapi, sebelum kau lahir, aku dan Anne sudah pernah membicarakan tentang perjodohan ini.” Anne. “Kau kenal Mom?”                              “Ya, aku pernah bertemu dengannya beberapa kali saat dia masih hidup, Cind.” Napasku mendadak sesak seperti baru saja melakukan olahraga lari 200 meter. “Apa alasan utama kalian menjodohkan aku dengan putra kalian. Bahkan kalian sama sekali tidak mengenalku. Kalian tidak tahu bagaimana sifatku, pergaulanku dan hidupku.” “Cind,” ucap Mrs. Sanders lembut. “Perjodohan ini adalah pesan Mom-mu, kau tidak bisa menolaknya. Apa kau punya pacar?” Pertanyaan itu menukik hatiku. Ya, aku punya, tapi, dia mengkhianatiku. Joe, namanya. Sekilas pemikiran tentang perjodohan dengan seorang pewaris jaringan hotel terbesar di dunia pasti akan menohok relung hati Joe. Dia tidak akan menyangka bahwa mantan kekasihnya ini adalah calon istri milyarder muda dunia. “Tidak, aku tidak punya.” Jawabku enteng. “Nah, berarti tidak ada alasan apa pun untuk menolak perjodohan ini.” “Tapi, Mom membuangku. Bagaimana bisa dia berpesan padamu, dia—bahkan membuangku jauh dari New York.” Pasangan suami istri itu saling bersitatap beberapa saat. “Sayang, aku tidak tahu masalah itu. Tetapi saat dia mengandungmu, aku dan Mom-mu berniat menjodohkan kau dan putraku.” Apakah perjodohan ini jalan takdirku? Apakah aku harus menerima pria yang kulihat bersama seorang model itu? Dia memang tampan, tapi apakah aku akan mencintainya? Apakah dia akan tertarik pada gadis semi remaja sepertiku? ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD