LIMA PULUH SEMBILAN

1038 Words

Aretha terus meronta dibawa ke kungkungan Redfort. Bahkan matanya saat ini sudah sembab karena air mata yang terus mengalir. Ia tidak sudi jika tubuhnya di jamah pria diatasnya ini, ia tidak rela. "Lepaskan." berkali-kali Aretha mengutarakan kata tersebut, namun tanpa belas kasih Redfort tetap memaksa Aretha untuk melayaninya. "Diamlah Aretha." bisik Redfort s*****l. Tangannya sudah bermain di bagian sensitif Aretha, yang mati-matian membuat Aretha menahan desahan yang akan keluar. Redfort mengangkat wajahnya dan menatap wajah Aretha sangat lama, "Aku menyukai ekspresi mu itu." ujar Redfort dan tangannya menarik paksa blouse yang masih melekat ditubuh Aretha. "Jangan aku mohon hiks." Aretha terus meronta agar Redfort tidak melepas pakaiannya. "Jangan aku mo..hmpppttt." ucapan Aretha t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD