EMPAT PULUH DUA

738 Words

Untuk sekian kalinya David menghela nafas panjang. Ia sungguh disibukkan dengan berkas-berkas yang menumpuk. Apalagi disaat sibuk seperti ini, pikirannya sedang tidak konsen. Tokk Tokk "Masuk!" Perlahan pintu ruangan David terbuka, muncullah Tasya dengan senyum yang mengembang, "Pagi." "Hm." "David apa kau sudah makan siang?" tanya Tasya, tanpa permisi wanita itu duduk dipangkuan David. "Apa yang kau lakukan Tasya." bentak David membuat Tasya berdiri dari pangkuannya. "Kenapa kau membentak ku David?" Tasya berkata dengan marah. "Aku sedang sibuk, tapi kau malah menggangguku." ketus David tanpa memikirkan perkataannya. "Kau selalu saja begitu David. Aku tidak suka dengan sifat mu itu." teriak Tasya diikuti suara gebrakan meja. "Jika tidak suka, maka pergilah dari sini." "Kau k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD