DUA PULUH DELAPAN

794 Words

Tatapan matanya menajam, mengarah kearah dua insan yang sepertinya terlihat bahagia. Ia sudah puas, sangat puas. Meskipun tak sampai melenyapkannya, setidaknya Aretha mengalami trauma yang mendalam. "Lihatlah dirimu Aretha, kau mengalami trauma yang mendalam. Bahkan kaki dan tanganmu tak bisa digerakkan." gumam David diiringi seringain licik. "Membuatmu trauma saja aku sudah bahagia. Apalagi melihat wajahmu yang penuh bekas goresan kaca, sungguh indah dipandang." lama David menatap dua insan itu, hingga suara Albet mengagetkannya. "Penerbangan setengah jam lagi tuan." kata Albet yang hanya diangguki oleh David. David kembali menatap dua orang itu dengan sorot mata tajamnya. Tangannya mengepal erat, melihat sosok anak pembunuh yang dikelilingi oleh kebahagiaan. Ia memutuskan tidak lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD