Empat jam sudah berlalu, namun operasi belum juga selesai dan hal itu semakin membuat Elton cemas. Rasa sakit yang di derahnya, membaur menjadi satu dengan rasa kekhawatirannya. Kekhawatiran itu semakin menjadi-jadi, ia takut kehilangan orang yang dicintainya, sangat takut. "Elton." panggil Ara yang baru saja tiba di Amerika, dan langsung menuju rumah sakit. Elton tidak menanggapi panggilan itu, sekarang pikirannya melayang kemana-mana, disertai rasa sakit itu. "Elton kau kenapa?" Ara mengguncang bahu Elton cukup keras. "Jangan bilang..ja..ngan..bi..la..ng jika sakit itu datang lagi." ucap Ara terbata, tak terasa air mata Ara menetes. Ara yang melihat gerak-gerik anaknya pun bisa menyimpulkan bahwa anaknya sedang kesakitan. Dan itu membuatnya teringat akan penyakit atau lebih tepatnya

