Alfa mengernyitkan dahinya menatap manik mata Zara di depannya. Tatapan mereka beradu dan tampak setetes air mata jatuh dari pelupuk mata polos nan lembut milik Zara. Entah kenapa hati Alfa ikut merasakan kesedihan itu. Rasanya air mata itu tak asing baginya. "Kau memanggilku, Kakak?" Zara semakin menegang mendengar pertanyaan Alfa. Tak lama terdengar suara tembakan dimana-mana membuat Alfa dan Zara berbalik dan melihat keadaan di bawah ternyata para penjahat tadi sudah di kepung oleh para polisi yang entah sejak kapan masuk ke dalam. "Kalian baik-baik saja?" Tanya Ali yang menghampiri Alfa dan Zara. "Ali? Kau Ali, kan?" Tanya Alfa. "Apa kabar, Brother." Alfa tak menyangka sama sekali, ia tersenyum dan berpelukan dengan Ali. "Lama gak ketemu, kemana saja kau selama ini?" Tanya Al

