Alfa tampak sedang membaca beberapa berkas di hadapannya dan ia tersenyum sinis. Tak adakah hakim lain yang harus menangani kasus Abraham? Kenapa harus dirinya. Alfa hanya mampu tersenyum kecut seraya memijit pangkal hidungnya. Sangat jelas sekali kini keluarga itu hancur dan dalam ambang kemiskinan. Semua asset yang tersisa telah di sita pihak bank. Dan itu tak juga menutupi hutang dan penggelapan uang yang di lakukan oleh Abraham. Sekarangpun semua tabungan dirinya pun dengan anak-anaknya di blokir bank. Alfa membayangkan bagaimana mirisnya Amanda, wanita penggila harta yang begitu angkuh. Di satu sisi Alfa merasa sangat senang melihat kehancuran mereka, tetapi di sisi lain, ia pun memikirkan nasib kedua adiknya. Para pengacara dan jaksa kini tengah berlomba mengumpulkan semua bu

