Episode 6

921 Words
          “Zara!”     Gadis itu menoleh saat mendengar panggilan itu.           “Kak Ali,” gumamnya.           “Hei kau menangis?” tanya Ali bergegas mendekati Zara yang matanya tampak memerah dan basah. “Ada apa? kau mengingat lagi Alfa?”           Zara menggelengkan kepalanya. “Kak Rivaldo, dia datang lagi,” ucapnya tampak ketakutan. Ali menatap iba pada Zara, dia pasti masih merasakan trauma itu dengan apa yang telah terjadi selama ini.           “Aku takut,” gumamnya. Kepingan kenangan di masalalu terbayang kembali di benaknya, rasa sakit itu masih ada dan begitu membekas di diri Zara. Walau sudah bertahun-tahun berlalu tetapi seperti baru kemarin saja kejadiannya. Terlalu banyak kejadian yang terjadi dalam hidup Zara hingga membuatnya begitu trauma.           “Semuanya akan baik-baik saja, percayalah,” ucap Ali membuat Zara merenung. “Jangan terlalu di pikirkan.”           “Sepertinya aku akan kembali pindah,” gumam Zara.           “Kenapa? Bukankah kamu memilih kembali untuk mengetahui kabar dari Alfa? Sayangnya aku belum berhasil menemuinya, dia sangatlah sibuk.”           “Sudah cukup lama aku kehilangan kontak dengannya,” seru Ali.           Zara menatap lurus ke depan, membiarkan hembusan angin menerpa dirinya. Zara memang begitu suka berada di atap gedung menatap bangunan-bangunan pencakar langit yang berdiri kokoh di depannya diiringi hembusan angin yang menusuk kulitnya. “Sebenarnya aku sangat merindukan kak Alfa, tetapi aku belum berani untuk menemuinya,” ucap Zara mengingat saat terakhir ia melihat Alfa.           “Tadi siang aku juga bertemu dengan Meyza.” “Bagaimana dia? Bukankah dia sedang berada di Belanda?” tanya Zara.           “Dia baru kembali dari sana dua minggu yang lalu,” ucap Ali.           “Bagaimana keadaannya sekarang Kak? Dia pasti tumbuh menjadi gadis yang cantik,” ucap Zara.           “Ya dia memang cantik,” jawab Ali tidak begitu tertarik. “Zara, apa perlu kamu menanyakan kabarnya? Mendengar ceritanya saja membuatku tidak menyukainya.” “Tidak Kak, bagaimanapun juga dia adalah saudaraku,” ucap Zara seketika mengingat sikap Meyza padanya dulu. Walau kenyataannya Meyza tidak pernah sekalipun memperlakukannya sebagai saudara. Ω           Sahira kini sudah mendapatkan pekerjaan baru, dia bekerja menjadi penjaga toko milik Zara alias Lamia. Dan ini hari pertama dia bekerja.           “Assalamu’alaikum.”           “Wa’alaikumsalam, sudah datang Ra?” tanya Zara saat melihat kedatangan Sahira.           “Hai Miss Lamia, Miss Laura, Miss Reya.”           “Hai Sahira,” jawab Anna dan Naura.           “Untuk sementara kamu akan di bimbing oleh Naura, dan panggil saja Lamia atau Mia yah.” Zara berucap diiringi senyumannya di balik cadar.           “Oh baiklah, Miss emm Mia.”           “Aku harus pergi pagi ini, kamu mulailah bekerja dan santailah, kami di sini tidak akan menekan apapun,” jelas Zara hingga membuat Sahira mengangguk senang.           Zara berlalu pergi dengan membawa map dan juga tas miliknya.           “Lau, Reya, aku akan pergi cukup lama mungkin akan sampai sore. Kalian yang urus di sini. Dan kalau ada tamu yang datang katakan aku sibuk, dan tolong tinggalkan pesan kalau dia benar-benar ada urusan penting.”           “Baik Mia.”           Zara beranjak pergi setelah mengucapkan salam. Di antara mereka hanya Laura yang beragama Non islam, tetapi dia sebatang kara hingga Zara membawanya dan memperkerjakannya di toko miliknya.           Ini adalah toko dari cabang ke 5 milik Lamia. Siapa yang tidak mengenal Lamia. Lamia terkenal sebagai seorang penulis Novel dan beberapa buku mengenai keagamaan. Dari situlah dia memiliki modal untuk usaha membuka toko berbagai  peralatan yang di butuhkan oleh muslim.           Lamia memang tidak pernah sekola, tetapi berkat bantuan Ali, dia bisa belajar sedikitnya mengenai pelajaran dasar seperti membaca, menulis, menghitung dan beberapa materi mengenai wiraswasta. Ali sudah sangat banyak membantu Zara dalam segala hal, termasuk menguatkan dirinya hingga ia mampu bertahan sampai sekarang.           Terlalu banyak kejadian pahit yang di lalui Zara, mungkin saja psikisnya bisa saja rusak. Tetapi Allah Swt itu maha pengasih juga maha penolong. Allah Swt tidak pernah meninggalkan hambanya. Di saat Zara dalam titik terakhir, titik dimana dia sudah tak sanggup lagi berdiri di atas kakinya sendiri, titik di mana Zara merasa dunia tidak berpihak padanya. Uluran tangan Tuhan membantunya, hingga dia mampu bertemu dengan Ali. Setelah itu segalanya berubah, walau trauma itu masih ada. Kejadian pahit itu masih menghantui Zara melalui mimpi-mimpinya. Ω           “Kak Alfa!”           Teriakan cempreng itu membuat Alfa yang hendak menaiki mobilnya menoleh ke sumber suara. Tak jauh darinya berdiri, Meysa berlari ke arahnya diikuti Rival. Meysa langsung begitu saja memeluk tubuh kekar Alfa.           “Kak Alfa, kangen!” Meysa berucap dengan begitu manja. Alfa hanya berdiri kaku dan datar tanpa membalas pelukan Meysa sama sekali.           “Kenapa tidak pulang menemuiku? Aku kangen Kakak, tau.” Meysa melepaskan pelukannya dan berucap manja.           “Kau sudah datang kesini, jadi berhentilah merengek,” jawab Alfa begitu dingin membuat Meysa cemberut.           “Setelah 4 tahun berlalu, Kakak masih saja bersikap dingin padaku. Apa sebegitu bencinya Kakak padaku?” tanya Meysa dengan sangat kesal.           Alfa hanya diam membisu.           “Si anak cacat itu sudah meninggal, tetapi Kakak masih bersikap seperti ini padaku!” pekik Meysa.           “JAGA UCAPANMU!” bentak Alfa membuat Meysa tersentak kaget dan menangis.           “Kak Alfa jahat!” teriak Meysa dan berlari meninggalkannya dan kembali masuk ke dalam mobil Rival.           “Apa seperti itu perlakuan seorang Kakak pada Adik perempuannya?” seru Rival begitu dingin.           “Dia bukan adikku, dan katakan padanya jangan pernah menemuiku lagi!” ucap Alfa berlalu begitu saja menaiki mobil miliknya.           “Shitt!” umpat Rival. “Gara-gara si pincang itu, sudah mati masih saja membuat ulah!” Rival semakin membenci sosok Zara. Tanpa sadar wanita yang membuatnya tak bisa tidur dan tergila-gila adalah Zara. Ω
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD