Revan tengah bersantai di ruang istirahat setelah melakukan operasi. Ia masih mengenakan pakaian operasi yang kini di balut dengan jas dokter miliknya. Revan tanpa sadar terlelap di atas kursi dengan melipat kedua tangannya di d**a. Laura masuk ke dalam ruangan itu dan tersenyum kala melihat Revan terlelap. Revan terlihat begitu tampan hingga membuat Laura tak mampu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Laura melangkah perlahan mendekati sosok Revan. Ia membungkukkan badannya di hadapan Revan. Tangannya bergerak mendekati wajah Revan dan hendak membelainya tetapi ia berusaha menahan dirinya supaya tidak menyentuh Revan. ‘Andai kamu tau, kalau perasaanku padamu tidak berubah,’ batin Laura. Saat itu juga Revan membuka matanya dan tatapan tajamnya beradu dengan mata Laura. “Apa yang kam

