Alya akhirnya sadarkan diri, ia melihat Alex disampingnya tertidur menungguinya. Ia nangis dalam diam, rasanya rapuh sekali, hingga Alex terbangun dan terkejut melihat Alya yang sedang menatapnya. " Terimakasih sudah menemaniku,"ucap Alya lirih. Alek mengusap wajahnya dan beranjak dari duduknya. " Seperti ini caramu cari perhatian?" ucap Alex. Alya diam sejenak ia mengumpulkan tenaga untuk bicara, karena kesadarannya belum sepenuhnya pulih. " Apa yang kamu lakukan ini gila!" lanjut Alex , ia seperti kehilangan empati, apa yang ada dalam hati nya adalah kemarahan. " Bila bisa meminta, aku akan memilih untuk tidak selamat dan meninggalkan semuanya, ini teramat sakit." " Kamu tidak bisa memaksakan sebuah perasaan yang sudah hilang, mari berjalan masing-masing kamu pasti akan menemukan ke

