Alya pergi ke sebuah tempat yang bahkan keluarganya pun tidak tahu. Sebuah tempat di pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota, ia di tampung di sebuah pesantren. Disini, ia berharap mendapatkan ketenangan yang seumur hidup nyaris tak pernah ia dapatkan. "Setelah ini ada pengajian kalau neng Ay mau ikut, langsung ke mesjid saja, ya." " Iya, umi." Alya baru saja menyelesaikan sholat duha dan terdiam sendiri di kamarnya. Semenjak datang kesini ia sama sekali tidak mengaktifkan ponsel. Sambil bersandar pada dipan, ia lihat ponselnya kemudian dengan ragu ia menyalakannya. puluhan panggilan tak terjawab dari Naura masuk, begitu juga beberapa pesan. Satu persatu ia buka dan terlihat heran. Hingga... ia temukan pesan dari Alex. [ Naura sudah siuman, ia mengalami amnesia, dia tidak mengingat

