"Jah, cerita aja ke gue. Ada apa? Keluarin semua unek-unek lu. Gue jadi nggak enak sama Umi dan Abi. Kenapa mereka sedih? Lu juga, kok, tiba-tiba gini. Kemarin waktu sama gue, lu baik-baik aja, kan?" tandas Nabilah sambil menyeka air mata di pipi Ilma. Ilma menghela napas, berusaha untuk menahan tangisnya. Perlahan mengangkat wajah, bola mata sayu menatap wajah sepupunya. Kesedihan dan ketakutan terpancar sangat jelas. Ilma mengusap bulir bening yang jatuh di hidung bangirnya dengan ujung jari. Gadis itu merangkai kalimat yang akan dia sampaikan. "Demi Allah, aku nggak tahu tentang foto-foto itu ... aku nggak ingat, kenapa aku sama--" isak Ilma tak dapat menyelesaikan kalimatnya. "Foto-foto apa? Gue nggak ngerti maksud lu," bujuk Nabilah berusaha menenangkan. "Aa Ilham, Abi, dan Umi ta

