Kelvin menghampiri sang istri. Ia tersenyum simpul seperti sedang mengisyaratkan sesuatu. Tangannya meraih benda berisik yang dipegang istrinya. Lalu, mematikan alat tersebut. "Apa kamu udah selesai? Aku mau mandi," tegurnya dengan tatapan menggoda. "Umm, iy-iya. Udah selesai, kok." Ilma berdiri dan berusaha menutupi kegugupannya. Sambil meletakkan hair dryer, Kelvin melirik punggung Ilma. Ruangan kamar mandi terasa gerah, membuatnya ingin segera b******u di bawah guyuran air shower. Setelah Ilma keluar, ia melepaskan pakaiannya untuk bersiap-siap mandi. Sesaat kemudian, ia lupa sesuatu. "Ilma ... tolong ambilkan handuk!" serunya dari balik pintu. "Iya," balas Ilma yang baru saja masuk ke kamarnya. Ilma mengambil handuk di lemari dekat kamar mandi depan. Netranya sekilas tertuju

