34. Ketulusan Hati

2147 Words

Kaki Azlan pun mulai berangsur membaik. Kini dirinya sudah bisa kembali berjalan walaupun masih menggunakan tongkat. Hulya pun sangat bersyukur dengan keadaan Azlan yang semakin membaik, karena dirinya merasa kalau penderitaannya dalam merawat Azlan pun akan berakhir. Seperti pagi ini, Azlan pun keluar kamar dengan berpakaian rapi. Semua yang melihat itu pun terkejut. “ Kakak mau kemana, kenapa kakak pakaiannya rapi banget.” Tanya Alea. “ Menurut kamu.” “ Jangan bilang kalau kakak akan berangkat ke kantot.” Tebak Alea. “ Tepat sekali.” “ Tapi kak.” “ Sstop le, kakak sudah menuruti kamu untuk diam di rumah tanpa melakukan apapun selama berminggu-minggu. Jadi biarkan mulai sekarang kakak kembali bekerja. Kalau kakak terus-terusan di rumah, justru ngga baik untuk kesehatan dan pikiran k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD