Tarendra bahkan harus segera memasukkan kedua tangan ke saku celana, demi menghindari tangannya dengan lancang akan memeluk tubuh mungil perempuan di depannya ini. Demi Tuhan, dia sungguh kangen pada Adhia! Tapi dia harus menahan diri. Malu! Malu pada guru-guru Fany dan juga sungkan pada hijab yang sekarang dipakai Adhia. Di... kamu... kamu masih cantik seperti dulu. Aku… aku kangen kamu! *** Tarendra masih asyik mengamati kesibukan Adhia memindahkan barang ke mobil. Terlihat bahwa Adhia sesungguhnya grogi, karena dia tahu bahwa Tarendra melihatnya sedemikian intens. Adhia tidak tahu saja, betapa Tarendra setengah mati berusaha untuk tetap di posisinya sekarang, tidak berani bergerak. Betapa Tarendra berusaha menjaga kedua kakinya agar tetap berada di tempatnya berdiri sekarang

