Scars 22 Maaf

1286 Words

Dipeluknya Ara, diciuminya berkali-kali. Dipanggilnya nama anaknya itu. Beberapa orang tampak menyingkirkan besi yang menimpa kaki Ara. Darah mengalir dari kedua kaki itu. "Araaa.... Araaa.... Bangun nak... bangun...!" ~~~ Segera Tarendra membopong tubuh Ara yang penuh luka dan darah yang mengalir hingga ke kemejanya, ke ambulans. Ternyata korban tidak hanya Ara, Fanny dan mamanya. Tapi ada beberapa orang lain juga. Ada yang terkena pecahan kaca mobil yang terkena jatuhnya besi, ada juga yang terluka parah seperti Ara karena tertimpa besi. Tarendra sendiri tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Pikirannya kosong. Selain mamanya yang menjadi korban, kedua anaknya juga. Bahkan Ara yang terluka paling parah di antara semua korban. Darah masih mengalir cukup deras dari kaki Ara. Ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD