BAB 57

1106 Words

“Kamu mau aku gendong?” Seketika Dara mengerutkan kening. Rasa sakit di kakinya berganti menjadi kebingungan yang luar biasa. Apa ia tidak salah dengar? Sebelum Dara menjadi salah paham dengan segala apa yang ada di kepalanya, Arik berdiri dan mendengus. Katanya, “Kamu berharap mendengar itu, kan?” Apa? “Saya nggak akan menggendong kamu,” tambah Arik dengan jenis suara yang menyepelekan. Dara baru mengerti bahwa Arik bermain-main dengannya, menipunya. “Lagian siapa yang mau digendong kak Arik?” Dara sama sekali tidak membutuhkan bantuan pria itu. Kalau pun rasa sakit di kakinya sangat sakit, Dara memilih menyeret kakinya sendiri dibanding mengikut sertakan Arik di dalam prosesnya. “Good.” Arik memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Angkuh, tipe pangeran yang memang sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD