Hanna berusaha mengganggu putranya agar terbangun, Hanna ingin melihat matanya, dia masih begitu memuaskan hatinya untuk memeluknya dan menikmati setiap detik dalam momen yang langka ini. "Sayang ... bangunlah ... mama mau melihat kamu bangun," gumam Hanna lalu memainkan jarinya di wajah putranya yang mulai menggeliat-geliat. Bu Ester dan Kaizar masih menyaksikannya dengan perasaan penuh haru. Tanpa mereka tahu kalau Julian Sanders yang sedang marah tengah berjalan ke arah mereka. BRAAAAK! Tanpa aba-aba, Julian membuka pintu kamar itu dengan kasar. Padahal selama ini Julian selalu hati-hati saat masuk ke dalam kamar itu. Semua orang yang ada di dalam kamar terkaget, terperanjat dan terpaku. Lalu mereka merasa takut setakut-takutnya kala tahu kalau Julian Sanders hadir memergoki Hanna.

