Kemarahan Julian Sanders

2111 Words

'Kenapa dia marah? Apa yang sebenarnya sudah terjadi?' batin Hanna, dia tahu Julian marah karena sejak tadi dia menyatakan kalau Bagas adalah Kakaknya, air mukanya berubah seketika. "Heh," dan berkali-kali Julian melempar senyum kecut kemudian hanya geleng-geleng kepala seperti merasa tak habis pikir kalau isterinya saat ini adalah adik dari mantan anak buahnya. Julian juga merasa bodoh sendiri, karena terlalu sibuk dan karena acara pernikahan yang serba mendadak, Julian sampai tak sempat mencari tahu identitas dan seluk beluk wanita yang telah melayaninya dengan sangat baik semalaman itu. "Hey Hanna!" serunya tegas, sikap dan aksen manis yang beberapa saat lalu dia tunjukan pada Hanna pudar begitu saja. Hanna belum menyahut, masih terlalu takut walau hanya sekedar untuk mengangkat waja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD