Setelah puas menatap sampai lima menit lamanya, akhirnya Julian pelan-pelan memindahkan kepala Hanna dari lengannya ke atas bantal. Hanna hanya terusik, menggeliat tapi kemudian tidur lagi. Julian bahkan mengulas senyum manis kala melihat pemandangan wajah alami Hanna. Tal ada seorang pun yang bisa melihat momen dimana bos mafia kejam itu kini sedang terpanah asmara. Beberapa menit kemudian, Hanna terbangun. Terbangun sendiri di atas tempat tidur yang luas itu. Yang Hanna ingat, semalam dia tidur dalam dekapan Julian. "Huh, jam berapa ini? Kenapa semalam aku tidur nyenyak sekali?" gumam Hanna sembari mencoba mengumpulkan oksigen untuk menyibak rasa kantuknya. Hanna tak bisa merasakan kehadiran siapa pun dan dia pun menghela nafas dalam-dalam. Rasanya, malam dimana Julian mendekapnya ta

