*** "Wanita itu tidak terpengaruh sama sekali, Asher! Bahkan setelah dia melihat semua bukti-buktinya, dia tetap tampak biasa saja," ucap Aira mengadukan kepada Asher tentang bagaimana pertemuannya dengan Janeeta tadi. Asher mengerutkan kening. "Atau jangan-jangan selama ini Janeeta sudah tahu tentang kebenarannya? Aku rasa tidak mungkin dia akan bereaksi seperti yang kau katakan barusan, jika sebelumnya dia tidak tahu apa-apa," terka Asher menuai kecurigaannya. Aira mendesah kasar, lalu memijat pelipisnya. Tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut. "Entahlah, aku tidak mengerti lagi. Aku benar-benar tidak menyangka kalau reaksinya akan seperti itu." Aira membawa pandangan pada Asher. "Padahal, aku sangat berharap dia akan marah terutama kepada Charles." Asher turut mendesah kasar. Bukan

