*** Kedua mata Asher seketika membelalak lebar saat mendengar laporan yang di sampaikan oleh anak buahnya di seberang telepon sana. “Bagaimana mungkin tempat itu bisa diledakkan, hah!” Asher membentak kuat. Terlihat dadanya naik turun akibat deru nafas yang memburu; sebagai tanda jika emosi tengah memenuhi jiwanya saat ini. “Kami—,” pria di seberang sana tak dapat melanjutkan kalimatnya lantara Asher menyela cepat. “Semua gudang penyimpanan tidak akan bisa dilacak oleh siapapun, kau tahu! Lokasi semua gudang tidak akan bisa terdeteksi, sialan! Lantas bagaimana tempat itu bisa diledakkan!” Amuk Asher. Kali ini pria paruh baya itu benar benar murka lantara salah satu aset kekayaannya telah bumi hanguskan oleh pihak yang belum diketahui. Ditambah lagi barang barang yang saat ini suda

