Vir tersenyum, masih dengan posisi tangan yang mengusap lembut perut Violet. Kini, dirinya malah menyandarkan kepalanya di bahu Violet. "Maaf, Apakah sudah selesai? Saat ini aku benar-benar ingin ke toilet." Perlahan, Vir mengangkat wajahnya dan mengalihkan tangannya dari perut violet hingga membuat dirinya tertuju ke arah sang istri. "Apa aku masih bisa berjalan, setelah apa yang aku lakukan semalam?" Pertanyaan itu membuat Violet tersentak, ia memberikan wajah kesal. Karena pagi-pagi seperti ini vir telah nakal menanyakan kalimat itu padanya. Padahal seharusnya Vir tidak perlu menanyakan hal-hal tersebut karena dirinya harusnya sadar, perlakuannya semalam itu benar-benar membuatnya Violet hampir melayang. Jelas pertanyaannya tadi itu membuat kedua pipi violet memerah dan itu diliha

