Prang! "Keluar kau dari sini!" Suara bentakan serta sesuatu benda yang pecah di ruang depan sana jelas itu membuat vitania langsung tertuju kembali ke arah pintu kamarnya. Dengan cepat, dirinya menghapus kedua butiran bening yang masih tersisa di pipinya. Ia bangkit dan berjalan perlahan menuju ke arah pintu tersebut. Walaupun masih merasa sakit di kedua sela-sela kakinya, dia berusaha untuk tetap berjalan dan langsung membuka pintu kamarnya tersebut. 'Sakit. Ini sakit sekali.' batinnya dengan beberapa kali mengerjapkan kedua matanya namun sebisa mungkin ia menahan rasa sakit itu lalu segera tertuju ke arah ruang depan sana yang masih terdapat kegaduhan antara kedua orang tuanya. "Cepat kamu pergi sekarang! Aku sudah terlalu lelah menanggapi semua yang telah terjadi padamu!" "Pa ..

