Beberapa minggu kemudian, udara musim semi terasa hangat di perbukitan tempat mansion keluarga Javier berdiri. Bunga-bunga bermekaran, dan suara burung-burung pagi menciptakan suasana damai yang belum pernah dirasakan Bryan selama bertahun-tahun. Ia berdiri di teras belakang mansion itu, menggendong bayi kecil yang kini menjadi pusat dunianya. Bayi perempuan dengan pipi bulat dan rambut gelap halus, diberi nama Aurora—cahaya baru dalam hidup mereka. Ia tertidur lelap dalam pelukan ayahnya, dengan tangan mungil menggenggam jari telunjuk Bryan erat-erat. Stella keluar dari pintu geser kaca, mengenakan gaun putih sederhana dan senyum hangat yang selama ini Bryan rindukan. “Kau menangis?” tanya Stella, mendekat, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Bryan. “Sedikit,” gumam Bryan sambil terse
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


