"Ehem, nggak usah dilihatin terus, ingat kalian udah resmi bercerai. Hargai perasaan Serly," tegur Mita pada adiknya. Seketika Ardan menoleh, jujur ia merasa penasaran dengan ucapan mantan istrinya itu. Apa benar kalau kakaknya memang menyimpan rahasia. "Ish, Kakak apaan sih. Ya udah kita pulang sekarang saja, Kak Rena nanti di rumah ada yang ingin Ardan bicarakan." Ardan membuka pintu mobil dan beranjak masuk ke dalam. Sedetik kemudian, mereka berempat ikut masuk ke dalam. Setelah itu Ardan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dalam perjalanan pulang, Ardan terus memikirkan Resty, ada rasa menyesal telah memenuhi keinginannya untuk bercerai. Ardan tidak tahu akan seperti apa rumah tangganya nanti setelah menikah dengan Serly nanti. Ardan menghembuskan napasnya, dadanya terasa s

