ALVIRA POV. Tiga minggu berjalan, setelah keputusan Kak Dika yang melarangku berkerja. Aku memang tidak memberontak dengan suara, namun bicara seperlunya dan tidak mau diruangan yang sama juga sebagai wujud pemberontakan yang lain. Bahkan aku memilih tidur di kamar yang berbeda untuk menghindarinya. Sikap biasa saja hanya di tunjukkan saat kumpul keluarga di akhir minggu. Itupun sebentar, karena aku segera izin melakukan apa saja asal tidak berada di dekat Kak Dika. Jujur, aku belum terima dengan keputusannya yang sepihak. Keputusan besar dalam rumah tangga harus di ambil berdua, bukan mengikuti ego sepihak. Orang tuaku tidak pernah bisa melarang aktifitas yang bernilai positif. Bekerja salah satunya. Bekerja adalah duniaku. Andai saja aku tidak sedang hamil, aku akan memilih untu

