Khawatir

1648 Words

Dika POV.   "Kak Dika tolong cepat kerumah sakit, sepertinya aku pendarahan, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan calon anak kita kak."   Aku yang mendengar peryataannya di tengah kesakitan, reflek membuatku memicingkan mata melihatnya mencari kebenaran akan ucapannya,   "Aku hamil kak."   Kata-kata itu membuatku menemukan fakta baru, Alvira mengandung anakku, sosok malaikat kecil yang aku tunggu, sebagai pengikat kuat antara aku dan Vira, tapi kenapa aku tau dia hamil dengan kondisinya yang APA? PENDARAHAN? aku tidak ingin kehilangan darah dagingku, dan saat itu aku langsung membawa mobilku dengan kecepatan tinggi, menerobos kemacetan namun tetap safety agar tidak terjadi sesuatu dengan nyawa kami.   Sepuluh menit kami dalam perjalanan, karena letak rumah sakit milik suami tant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD