Penjelasan 2

1052 Words

Sepeninggalan Kak Aisi, Kak Dika langsung duduk di tempat semula Kak Aisi. Dia diam menatapku lama hingga aku yang tidak nyaman di tatap seperti itu mengalihkan pandangan. Aku tidak tahu pembicaraan apa yang akan terjadi dengan sebelumnya kami terlibat aksi saling diam, dan sekarang dia mengetahui sebuah fakta besar yang belum aku sampaikan kepadanya, kehamilanku.   "Sampai kapan kamu akan merahasiakan kehadirannya?" ucapnya berhasil membuatku kembali melihat Kak Dika lagi. Kami beradu pandang dengan sangat lama. Bibirku kelu untuk berkata, Terongkongan kering untuk bersuara dan fikiran tak mampu merangkaikan kata untuk menjawab. Sebelum akhirnya dia bersuara lagi, "mungkin kalau accident ini tidak terjadi, kamu tidak akan pernah mengatakannya? Sebegitu marahnya kamu sampai tidak memberi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD