Aku sudah memberitahu orang tuaku perihal keinginan Tito yang ingin meminangku, awalnya mereka cukup terkejut tapi kalau itu yang terbaik, mereka mendukung. Tentu saja aku tidak memberitahu mama dan papa kalau pernikahan ini karena sebuah syarat. Dan lagi, Pica tidak mau mengajakku ngobrol, dan dia lebih milih tidur sendiri di kamar sebelah daripada tidur bersamaku. Aku harap semoga kemarahan Pica akan segera reda. Ditambah lagi Tito dan bundanya malam ini datang ke rumah untuk melamarku secara resmi, membuat Pica semakin marah, tapi apa boleh buat itu tetap perjanjian yang harus aku penuhi. "Jadi begini, niat kami ke sini ingin meminta Tisha---" Belum sempat bundanya Tito melanjutakan perkataannya tiba-tiba Pica memotongnya. "Bunda nggak boleh nikah sama om Tito." "Kenapa?" tanya bun

