Hari ini Tisha sudah dipindahkan ke ruang rawat, karena keadaannya sudah sedikit membaik meski perutnya masih terasa nyeri, tetapi dia sudah siuman. Kini Gevan sebelum berangkat ke kantor menyempatkan diri untuk menjenguk Tisha. Di ruangan itu ada Hilda dan Pica. Hilda memasang wajah datar melihat kehadiran Gevan, dia tahu bagaimana kronologis kejadiannya. Semua sudah diceritakan oleh Pica dan wanita itu sudah tidak respect lagi kepada Gevan. "Tante, apa kabar?" "Seperti yang kamu lihat. Oh iya, Tisha sedang tidur jadi kamu bisa datang kalau dia sudah bangun," ujar Hilda tanpa senyuman. Gevan bisa menyadari ketidaksukaan mantan ibu mertuanya itu. "Tante, maafkan saya." "Maafmu itu udah nggak ada gunanya." Gevan menghela napas. "Yaudah Tante, saya permisi dulu." Gevan langsung keluar

