BAB 17

1419 Words

Juna membelai lembut perutnya yang membesar. Mengisi perutnya dengan pizza, fish and chips, daging panggang, custard, dan black pudding. Kekenyangan, itulah yang Juna rasakan. Kakek Nick menunjuk kamar tidur kalau-kalau Juna mengantuk dan tanpa berkata apa pun Juna langsung melesat ke kamar tidur yang ditunjuk Kakek. “Aku belum cerita saat aku muda dulu, kan?” tanyanya menatap Nick, Sabrina dan Laras secara bergantian. “Kakek sudah pernah cerita.” sahut Nick. “Aku bertanya pada Nona-nona ini bukan kamu.” bentaknya ketus. Sabrina tidak bisa menahan senyumnya melihat Nick dibentak kakeknya layaknya anak kecil yang nakal. Laras memilih berdiri dan mengambil piring-piring kotor ke tempat pencucian piring sehingga di meja makan hanya tersisa Kakek, Sabrina dan Nick. “Saat aku muda dulu, ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD