Delapan tahun berlalu Mila dan Kenzi kini tinggal di sebuah rumah yang ia beli, ia memutuskan tinggal terpisah dari orang tuanya karena merasa lebih nyaman. Mila turun dari mobil, ia mengenakan kacamata hitamnya dan melangkah menyusuri jalan setapak yang akhirnya membawanya ke sebuah makam, makam yang akhir-akhir ini selalu dikunjunginya. Perempuan cantik itu kemudian meletakkan bunga yang dibawanya dan mengusap nisan yang bertuliskan nama mantan suaminya tersebut. "Hai Vin... apa kabar? aku, Kenzi dan dan anak-anakmu di sini baik-baik saja, jangan khawatirkan kami. Kamu tau... Kenzi begitu pintar dalam semua pelajaran dan dia selalu mendapat peringkat terbaik di kelasnya, dia selalu membuatku bangga dan kamu tau dia bilang dia ingin membuatmu bangga. Ah... andai kamu masih bersama kami

