Bagian 6

696 Words
Pagi ini,adalah hari terakhir Lenta menjalankan kegiatan MOS nya.Selama menjalankan MOS,Lenta sudah memiliki banyak teman.Tidak karena sikap bar barnya,melainkan ke terbukanya dan sikap friendly yang dimiliki oleh Lenta sehingga banyak yang menyukai sikap Lenta. Teman Lenta yang pertama  Ibrahim Anugrah Setyo (Ibra),kedua Angleo Aditya (Adit),ketiga Ziko Pratama Yudha (Ziko),keempat  Dinda Azizah Putri (Dinda),dan kelima Zahra Natasya (Zahra atau ara). Mereka memiliki banyak kesamaan,termasuk kesamaan dalam membolos,club,belanja, nongkrong.Itu sudah menjadi rutinitas dan kesenangan mereka. Lain halnya dengan Reyhan.Reyhan sedang mencari anak dari sahabat ayahnya itu.Dia ditugaskan untuk mengantarnya pulang kerumah karena orang tuanya tidak bisa menjemputnya.Bisa saja Ryan menyuruh anaknya pulang naik taxi sendiri,tapi Ryan tidak ingin mengambil resiko jika Lenta kabur tanpa awasannya. "Lo napa dah Rey,ngeliatin koridor kelas 10 mulu?" tanya Dimas. "Iya noh betul!Lo lagi naksir sama anak kelas 10 ?" tanya Dika sambil memasukkan beberapa cemilan ke dalam mulutnya. Reyhan memilih diam tanpa menjawab pertanyaan dari kedua temannya dan melihat ke arah koridor kelas 10. "Wih si ayang Reyhan udah jatuh cinta aja nih uhuyy!!Sama siapa lo?Hayo ngaku kagak Lo!" timpal Iqbal. Reyhan menjitak kepala Iqbal,karena kesal mendengar pertanyaan Iqbal yang terkesan tercyiduk selingkuh. "Gue lagi cari Alenta." ujar Reyhan.Teman temannya yang mendengar itu hanya melongo,apalagi iqbal. "Alenta Queensland?Yang bohay itu?Omg ayang Reyhan pinter juga ya nyari cewe yang seksoyy." Ucap Iqbal. Reyhan hanya mengerutkan kedua alisnya bingung,"Lo kenal bal?" "Jelas kenal lah,siapa si yang ga kenal sama dia.Udah cantik,body goals pula.Menggoda,iya ga bro?" tanya Iqbal kepada Dika dan Dimas dan dijawab dengan anggukan oleh mereka. "Lo nyari Lenta ngapain deh Rey?Punya masalah lo?" tanya Dimas. "Lo inget pas gue cerita kalo gue disuruh jagain anak sahabat bokap gue?Nah itu,gue disuruh jagain si Lenta itu dan hari ini gue disuruh nganterin dia balik sama bokap nya. "Gercep juga Lo ya!" ujar Dika sambil tertawa ditambah dengan Dimas dan Iqbal. --- "Cafe yu?Bosen gue, mumpung bokap gue lagi keluar negeri nih." tawar Lenta "Tumben ide Lo bagus Len,yaudah yuk cabut!" jawab leo Mereka pun bergegas menuju ke pakiran.Sebelum sampai diparkiran,ada yang menarik lengan Lenta. "Ih lepasin ga!Lo siapa si!Ih lepasin!!" ujar Lenta sambil meronta. "Pulang." ucap Reyhan dingin. "Maksud lo apa nih bro,sante bro jangan main dengan kekerasan terhadap perempuan." ujar Ibra sambil mencengkram tangan Reyhan supaya lepas dari lengan Lenta. "Lenta balik bareng sama gue." jawab Reyhan "Gue ga kenal lo ya!Oh gue inget Lo yang nabrak gue kan?Lo mau ngapain?Bales dendam,ha?" "Gue disuruh bokap lo buat nganter Lo" "Len,bukannya bokap lo lagi keluar negeri?" tanya Dinda,Lenta hanya menganggukan kepalanya. "Kalo Lo ga percaya,Lo bisa telfon bokap lo sekarang." ujar Reyhan lagi. "Ga perlu.Emmm,kayanya hari ini gue ga ikut kalian kumpul deh.Kalian duluan aja,gue pulang duluan,ribet kalo udah bawa bawa bokap " Ucap Lenta dengan nada ketus. Teman teman Lenta pun menyetujui dan terlebih dahulu pergi meninggalkan Lenta dan Reyhan berdua. "Cepet." kata Reyhan dengan dingin "Sabar dikit kenapa si Lo!" Reyhan dan Lenta sedang berada diparkiran untuk mengambil motor ninja milik Reyhan.Reyhan pun menaiki motornya dan menggunakan helm full face ya.Lenta tidak ada niatan naik walaupun sebenernya dia ingin naik. "Buruan!" decis Reyhan. "Gue ga bisa naik nya,gue pake rok.Lo b**o atau gimana si?" "Yang salah Lo bukan rok Lo.Udah tau aturan rok dibawah lutut.La Lo?Udah kaya cabe cabean mangkal baju ketat rok diatas lutut." Ucap Reyhan Lenta yang mendengar hal itu hanya berdesis sebal.Kemudian dia mencoba naik motro ninja milik Reyhan.Setelah duduk,rok milik Lenta pun menaik dan mengekspos paha Lenta.Reyhan yang melihat itu pun melepaskan jaketnya dan memberikan jaketnya kepada Lenta untuk menutupi pahanya itu. "Buat paan si?Ga usah!" "Pake." "Gue gamau!" "Kalo gue bilang pake pake!" Lenta pun mengambil jaket itu dengan paksa dan menutup bagian paha yang mengekspos itu.Baru Reyhan menjalankan motornya keluar dari lingkungan sekolah. "Rumah lo dimana?" "Abis ini lurus terus belok lurus aja sampe ada perumahan elit blok C nomor 7" Reyhan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. "Turun." "Sabar kenapa si Lo!" "Bosen sabar ngadepin Lo" "Eh anjir,awas aja ya Lo!" "Mau apa ha?Model cabe kek elu ngapain gue takut." "Eh Lo tuh kalo ngomong dijaga! Jangan sampe gue punya laki macem Lo!" ujar Lenta sambil mengelus eluskan perut ratanya. "Haha,yakin?" "Yakin dengan sangat!" Setelah perdebatan itu,Lenta masuk kedalam rumah dan Reyhan melajukan motornya untuk pulang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD