Raline membersihkan mejanya. Mencoba mengabaikan Arie yang tidak pernah mengalihkan pandangannya pada Raline. Perempuan itu mengambil tas dan membungkukkan badannya di depan Arie. "Aku akan pulang lebih dulu," ucap Raline. Arie mengambil jasnya dan memakainya dengan gerakan yang sangat indah. Mulut Raline sedikit terbuka melihatnya. Raline sampai tidak tahu bahwa Arie sudah berada di depannya. "Kita pulang bersama," kata Arie sambil menarik tangan Raline. "Lebih baik aku pulang sendiri. Tidak enak jika karyawan lain melihat," ujar Raline sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Arie. "Memangnya kenapa kalau karyawanku melihat? Aku bahkan ingin memberi pengumuman di kantor ini bahwa kau adalah milikku dan siapapun tidak boleh mengganggu milikku." "Arie aku tidak bercanda! Lepaskan

