PART 44 - Jangan Pergi

1526 Words

Raline membuka matanya perlahan, hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Arie yang tidur terduduk di sampingnya. Alis tebal laki-laki itu mengerut, tidurnya terlihat tidak tenang. Raline merasa tangannya kaku karena genggaman Arie yang sangat erat. Raline menatap cukup lama wajah Arie dalam diam, tak mengerti kenapa melihat wajah itu bisa sedikit menenangkan perasaannya yang kacau. Alis laki-laki itu semakin mengerut tajam dan kelopak matanya perlahan terbuka. Bola mata hitam itu langsung menembus mata Raline. Seperti cahaya matahari yang menembus jendela putih di kamar itu, cukup menyembuhkan hati Raline yang terluka. Raline tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Paman Banu, tapi bola mata laki-laki itu sedikit memberikan harapan padanya. "Kau sudah bangun?" tanya laki-laki itu sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD