25

2172 Words

Sejak awal tinggal di rumah yang sama dengan Keenan, Luna terbiasa berada di rumah yang sepi sementara keenan berada di kantor. Setelah kelahiran Kale, rumah yang biasanya ia huni sendiri jika Keenan bekerja, menjadi tidak lagi sepi. Tangisan Kale yang perlahan berubah menjadi racauan dan ocehan serta gelak tawanya mewarnai hidup Luna dan menjauhkan rumah tempat tinggal mereka dari sepi. Semakin bertambah ramai semenjak Kato lahir. Bukan hanya tangisan, racauan, ocehan, dan tawa lagi yang memenuhi rumah, melainkan juga derap langkah kaki-kaki kecil berlari kesana-kemari bermain bersama. Hal yang bisa Luna nikmati dari memiliki banyak adik dengan jarak usia amat dekat adalah mereka bisa menjadi teman satu sama lain, dan Luna bersyukur anak-anaknya bisa merasakan itu. Dengan kehadiran Kai y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD