22

3011 Words

Ketenangan yang didapat Keenan dan Luna dari keluarga Keenan berakhir keesokannya. Masih pukul 9 pagi dan Kakek Adam sudah masuk ke dalam rumah tanpa permisi terlebih dahulu. "Ah, tampaknya Kato masih belum selesai makan," ucapnya dalam bahasa Jerman yang membuat Kato menghentak-hentakkan kakinya kegirangan. Luna bangkit dari duduknya dan tersenyum menyambut Kakek Adam. Ia bersyukur setelah sesi mandi bersama Keenan tadi ia memutuskan mengenakan bra dan celana dalam di balik dress yang ia pakai. Jika saja ia menuruti Keenan, bisa malu bukan main ia di depan Kakek Adam. "Apa kabar, Lun?" tanya Kakek seperti kakek lain pada cucunya, penuh sabar dan perhatian. Luna tersenyum. "Baik. Kami berempat sehat." "Ah, syukurlah. Aku harap Sinyo-ku itu tidak menyusahkan kamu," kata Kakek yang berg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD