Bab 17

1011 Words

POV Reyhan Setelah makan malam aku menyuruh Nara untuk tidur dan istirahat karena sepertinya dia capek. Nara pun masuk kamar dan aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan maka dari itu aku tidak langsung menyusulnya. Setelah selesai aku masuk kamar dan aku melihat Nara sudah tertidur dengan lelap. Ku pandangi wajah cantik dan polos itu. Gadis yang hampir tujuh tahun ini mengisi hatiku dan tak bisa tergantikan. Mungkin ada sedikit perubahan dari Nara karena dulu dia pakai kaca mata. Aku tak pernah menyangka bisa memiliki seutuhnya dalam ikatan pernikahan. Padahal setelah dia memutuskan untuk pergi dari kota ini aku sudah tidak ada harapan buat perjuangkan cintaku. Tapi takdir berkata lain saat papah menyuruhku untuk mengecek pabrik yang ada di daerah Bandung tak sengaja aku ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD