Simi berangkat pagi-pagi sekali ke kantor, itu karena Remix hari ini memintanya berangkat lebih awal dari biasanya. Entah apa alasan pria itu, Simi sama sekali tidak mengerti. Sebagai seorang OG baru, jelas saja ia tidak boleh banyak bertanya karena mungkin saja itu akan membuat Remix tidak nyaman. Ia hanya harus mengiyakan saja setiap pria itu membutuhkannya, sesuai dengan perjanjian yang pria itu buat dengannya. Saat tiba di kantor, Remix sudah berada di ruangannya. Pria itu terlihat sibuk dengan dokumen-dokumen di tangannya, padahal jam kerja belum dimulai. Diam-diam Simi cengengesan, merasa kalau calon suaminya adalah pria yang rajin. "Rajin amat lo, lo kalau di sekolahan gue udah termasuk murid teladan," ujar Simi sambil memasuki ruangan Remix. Pria itu menatapnya, nampak terkejut d

