Di dalam kamar Damian yang luas, dengan interior yang begitu mewah hingga terasa asing. Alisa melihat sekeliling, dan rasa gugup menjalar dari perutnya. Untuk pertama kalinya setelah menikah, ia memasuki ruang terlarang sang don, takut jika pria itu akan menggunakan lokasi ini sebagai alasan untuk melanggar kontrak perjanjian mereka. “Apa yang kamu pikirkan, Alisa?” Damian datang menghampiri Alisa yang duduk di sisi ranjang. Tanpa sehelai kain menutupi dadanya, ia memamerkan lekuk otot yang padat berisi, membuat Alisa terperangkap dalam tatapan yang tidak sopan. Untuk sesaat, Alisa membiarkan dirinya terhipnotis oleh pahatan sempurna di depannya, walau ia sadar bahwa ini bukan pemandangan yang baru. “Apa kamu tidur tanpa baju?” cibir Alisa, menutupi kecanggungannya dengan nada menghi

