K-POPERS | 15

2023 Words

Kaila menghela nafas beratnya yang terasa begitu sesak di dadanya. Matanya mengerjap berulang kali, menghalau air mata yang siap jatuh dari kelopak matanya. Tidak seharusnya ia begini. Pemandangan di depannya seharusnya tidak membuat dadanya terasa sesak. Bukankah ia sudah bertekad untuk melupakan Haikal? Lalu, kenapa ia malah merasa tersakiti melihat keromantisan Haikal dan Nita? "Gak. Gue harus lupain Haikal. Harus!" Gumamnya untuk meyakinkan dirinya jika tekadnya bukanlah sekedar omong kosong. Gagal! Kaila tidak bisa meyakinkan dirinya sendiri jika ia bisa melupakan Haikal. Kaila tidak mungkin selabil ini andai saja Haikal tidak memintanya untuk menjemput Haikal ke rumahnya. Lebih tepatnya, Haikal nebeng ke Kaila. Sekarang teman-temannya sudah siap dengan tugasnya masing-masing sebel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD