Satu hari selepas menerima surat cinta dari polisi yang senang membuat jantung mau copot, kini Kaila berangkat sekolah dengan semangat baru. Perihal surat tilang, baik orang tua dan Kakaknya tidak ada yang tahu jika dirinya kena tilang. Biarlah, kejadian yang tidak mengenakan ini cukup dirinya, Anita, pak polisi dan Tuhan yang tahu. Kaila memasuki kelasnya dan melihat kelasnya sedang dalam keadaan kosong. Tidak ada satu temannya pun yang datang padahal sudah pukul setengah tujuh. Ah, ia lupa jika mulai dari sekarang sekolahnya ini bebas menjelang dies natalis. Menarik nafas panjangnya, Kaila meletakan tas punggungnya di atas bangkunya dan berlalu keluar kelas untuk mencari teman ngobrol di kelas sebelah. Kepalanya melongok ke kanan dan kiri mencari penghuni kelas yang bersebelahan dengan

