Kaila tidak ada henti-hentinya tersenyum lebar. Kedua tangannya memeluk tangan kanan Haikal dan sesekali menggigit lengan Haikal. Senang dan terkejut menjadi satu. Haikal memang paling bisa mengerti dirinya. Bukan hanya memberikan perhatian lebih, Haikal juga memberinya sesuatu yang berada di list want to buy-nya. Kemarin puncaknya, Haikal memberinya sesuatu yang benar-benar membuat bibirnya tidak berhenti untuk tersenyum. Rasa haru membuncah dalam hatinya. Ia tidak menyangka Haikal akan berbuat seperti itu. "Ayo." Kaila tersentak dan tersadar dari lamunan panjangnya. Diliriknya sosok Haikal yang berdiri di depannya dengan satu tangan terulur ke arahnya. Dengan senyum mengembang dan hati berbunga-bunga, Kaila menerima uluran tangan Haikal dan berdiri di samping Haikal yang menatapnya

