"Itu muka kenapa kusut banget kek sempaknya Hanbin." Kaila mendengus dan melirik Anita tajam. Pagi ini moodnya benar-benar hancur dan tidak bisa diajak kompromi barang sedikit pun. Mungkin karena hari pertama datang tamu sehingga emosinya naik turun seperti nilai ulangan matematika. "Apaan sih lo," ketusnya sembari memangku dagu menatap ke arah luar jendela. "Lo kenapa sih?" Tanya Anita setelah mendudukkan dirinya di kursi samping Kaila. Melirik Anita sekilas, Kaila meraih buku tulisnya dan merobek satu lembar isinya. Setelah itu, ia meraih bolpen di kotak pensil dengan motif animasi BT21 dan meraih bolpen tinta berwarna kuning animasi BT21 karakter Chimmy. Tangannya dengan lihai menulis kata demi kata sampai menjadi sebuah kalimat. "Tuh baca," ujarnya, menyodorkan kertas yang telah i

