K-POPERS | 27

2303 Words

Sesampainya di rumah, Kaila langsung menuju kamarnya. Di rumahnya hanya ada kakak laki-lakinya sehingga membuatnya dengan leluasa berlari dari pekarangan rumah ke kamarnya. Beruntungnya mama dan papanya sedang berada luar kota. Brak Kaila membanting pintu kamarnya dan menguncinya rapat-rapat agar kakaknya tidak sembarang masuk ke kamarnya. Tubuhnya dihempaskan ke kasurnya dan wajahnya ia tenggelamkan dibawah bantal. Dadanya sesak dan ingatannya jatuh pada kejadian beberapa jam yang lalu tepatnya di depan kelas Kak Iwan. Ia tidak menyangka Kak Iwan berbuat seperti ini padanya. Pengkhianatan? Mungkinkah Kak Iwan sedang berkhianat padanya? Sepertinya, iya. Tapi ini hanya pemikirannya saja, tidak tahu seperti apa nyatanya. Tapi... Tetap saja hatinya sakit. Jelas-jelas Kak Iwan lebih memil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD